Selasa

Di Dunia Mau Jadi Apa Nak?

Wahai muslim umat Nabi Muhammad SAW, Ayo kita belajar berfikir cerdas dengan ijin Allah SWT.

Pianis
Ngaku seorang pianis, tapi tidak paham akan bermain piano?!?!
Seharusnya : Seorang pianis pasti paham tentang tangga nada, paham mengenai not balok, dan sangat paham tentang bagaimana peranan pianis memainkan piano dalam sebuah komposisi dalam bermusik.
Tujuan : Agar tercita nada yang indah dan harmonis.........

Hacker
Ngaku seorang  hacker, tapi tidak paham bahasa pemrograman?!?!
Seharusnya : Seorang hacker harusnya paham dengan bahasa kode programming dengan menggunakan ataupun tanpa menggunakan software untuk meretas jaringan dalam suatu system komputer baik offline maupun online.
Tujuan : Untuk merusak...........

Seniman
Ngaku seorang seniman, tapi tidak paham dasar-dasar dalam karya seni?!?!
Seharusnya : Seniman harus paham tentang keindahan penuh imajinatif dengan berbagai aspek aliran seni baik tradisional maupun modern dan mampu untuk berkarya dan menciptakan inovasi dan keindahan.
Tujuan : Agar tercipta karya seni yang indah...........

Muslim
Ngaku seorang muslim, tapi tidak paham tentang ajaran-ajaran islamnya?!?!
Seharusnya : Muslim harus berpedoman kepada Al-quran, dan Hadist Nabi Muhammad.
Tujuan : Agar pemahaman dan cara pandang hidup menjadi baik dan tidak tersesat............


Cerdas :
Sudah cerdaskah cara pandang kita, dan sejauh mana kita akan belajar? Ataukan kita akan menghidar untuk mempelajarinya karena takut akan kebenaran hakiki !?!?.......... makanya jangan mengaku-ngaku, karena kalau cuma mengaku - ngaku tanpa tindakan maupun bukti, maka termasuk golongan kaum munafik yang akan meracuni umat.

Catatlah : “Lebih mudah melawan 1.000 musuh dari pada melawan 1 orang yang munafik!.......”

“LAH....... KOEN PIRANG-PIRANG TAHUN SEKOLAH OLEHMU OPO? MANGKANE BELAJAR & BELAJARLAH KARENA BELAJAR TIDAK MENGENAL USIA!....”















Ayo mikir!..... Kalau tidak mampu berfikir matilah sana dan binasa.


Coba perhatikan riwayat dari Ali bin abu thalib Ra, untuk akhir zaman seperti ini :
“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pezina yang tampil menjadi figur.
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan.
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tapi tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.
Lalu di antara semua itu di mana aku berada?” (Imam Ali Bin Abi Thalib)


Hukum Menghina kitab suci Al qur'an

Soal:
"Bagaimana hukum tentang orang yang menghina kitab suci al-Quran? Bagaimana sikap yang harus diambil oleh kaum Muslim terhadap para pelakunya?...."


Jawab:

Al-Quran yaitu kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, setiap Muslim wajib memuliakan dan mensucikan al-Quran. Para Ulama sepakat bahwa memuliakan dan mensucikan al-Quran adalah wajib. Karenanya, siapa saja kaum Muslim yang menghina al-Quran, berarti telah melakukan dosa besar, bahkan telah dinyatakan murtad dari Islam. 

Imam an-Nawawi, dalam At-Tibyan fi Adabi Hamalah al-Qur’an, menyatakan: 
Para ulama telah sepakat tentang kewajiban menjaga mushaf al-Quran dan memuliakan-nya. Para ulama Mazhab Syafi`i berkata : “Jika ada seorang Muslim melemparkan al-Quran ke tempat kotor maka dihukumi kafir (murtad)”.   Mereka juga berkata : “Haram menjadikan al-Quran sebagai bantal". Bukan hanya itu, bahkan para ulama telah mengharamkan menjadikan kitab-kitab yang penuh dengan ilmu sebagai bantal atau tempat bersandar.”Dalam rangka memuliakan al-Quran disunnahkan jika kita melihat al-Quran untuk berdiri, karena berdiri untuk menghormati ulama dan orang-orang terhormat adalah sunnah, apalagi menghormati al-Quran"

Diriwayatkan dari Ibn Abi Malikah bahwa Ikrimah bin Abi Jahal pernah meletakan al-Quran di depan wajahnya, seraya berkata,“Wahai kitab Tuhanku,wahai kitab Tuhanku.”

Di antara penyebab kekufuran (murtad) bagi seorang Muslim adalah mencaci-maki dan menghinakan perkara yang diagungkan dalam agama,mencaci-maki Rasulullah SAW, mencaci-maki malaikat serta menistakan mushaf al-Quran dan melemparkannya ke tempat yang kotor. Semua itu termasuk penyebab kekufuran (murtad). Al-Qadhi Iyadh pernah berkata, “Ketahuilah bahwa siapa saja yang meremehkan al-Quran,mushafnya atau bagian dari al-Quran, atau mencaci-maki al-Quran dan mushafnya, ia telah kafir (murtad) menurut ahli Ilmu.” (Asy-Syifa, II/1101).

Dalam kitab Asna al-Mathalib dinyatakan, mazhab Syafii telah menegaskan bahwa orang yang sengaja menghina, baik secara verbal,lisan maupun dalam hati, kitab suci al-Quran atau hadis Nabi saw. Dengan melempar mushaf atau kitab hadis di tempat kotor, maka dihukumi murtad.

Dalam kitab Al-Fatawa al-Hindiyyah, mazhab Hanafi menyatakan, bahwa jika seseorang menginjakkan kakinya ke mushaf, dengan maksud menghinanya, maka dinyatakan murtad (kafir).
Dalam Hasyiyah al-‘Adawi,mazhab Maliki menyatakan, meletakkan mushaf di tanah dengan tujuan menghina al-Quran dinyatakan murtad.

Dalam kitab Al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah dinyatakan, ulama telah sepakat bahwa siapa saja yang menghina al-Quran, mushaf, satu bagian dari mushaf, atau mengingkari satu huruf darinya, atau mendustakan satu saja hukum atau informasi yang dinyatakannya, atau meragukan isinya, atau berusaha melecehkannya dengan tindakan tertentu, seperti melemparkannya di tempat-tempat kotor,maka dinyatakan kafir (murtad).

Inilah hukum syariah yang disepakati oleh para fukaha dari berbagai mazhab, bahwa hukum menghina al-Quran jelas-jelas haram,apapun bentuknya, baik dengan membakar, merobek, melemparkan ke toilet maupun menafikan isi dan kebenaran ayat dan suratnya. Jika pelakunya Muslim, maka dengan tindakannya itu dia dinyatakan kafir (murtad). Jika dia non-Muslim, dan menjadi Ahli Dzimmah, maka dia dianggap menodai dzimmah-nya, dan bisa dijatuhi sanksi yang keras oleh negara.Jika dia non-Muslim dan bukan Ahli Dzimmah, tetapi Mu’ahad,maka tindakannya bisa merusak mu’ahadah-nya,dan negara bisa mengambil tindakan tegas kepadanya dan negaranya. Jika dia non-Muslim Ahli Harb,maka tindakannya itu bisa menjadi alasan bagi negara untuk memaklumkan perang terhadapnya dan negaranya.

Karena itu, sanksinya pun berat.Orang Muslim yang menghina al-Quran akan dibunuh, karena telah dinyatakan murtad. Jika dia non-Muslim Ahli Dzimmah, maka dia harus dikenai ta’zir yang sangat berat,bisa dicabut dzimmah-nya, hingga sanksi hukuman mati. Bagi non-Muslim non-Ahli Dzimmah,maka Khilafah akan membuat perhitungan dengan negaranya, bahkan bisa dijadikan alasan Khalifah untuk memerangi negaranya,dengan alasan menjaga kehormatan dan kepentingan Islam dan kaum Muslim.

Nabi saw. bersabda:
الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقََاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
"Imam (khalifah/kepala negara) adalah perisai ; rakyat akan berperang di belakangnya dan dia akan dijadikan sebagai tempat berlindung" (HR Muslim).

Apa yang dinyatakan oleh Nabi di atas, bahwa Imam (Khalifah) adalah perisai benar-benar terbukti. Tanpa Khilafah,al-Quran tidak ada yang melindungi.Penistaan terhadap kitab suci itu pun terus berlangsung siang-malam, baik yang dilakukan oleh kaum kafir di Barat maupun Timur,bahkan di negeri kaum Muslim sendiri.Andai saja Khilafah ada, niscaya penistaan demi penistaan seperti ini tidak akan terjadi.

Dalam pandangan Islam,segala bentuk penistaan terhadap Islam dan syiar-syiarnya sama dengan ajakan berperang.Pelakunya akan ditindak tegas oleh Khilafah.Seorang Muslim yang melakukan penistaan dihukumi murtad dan dia akan dihukum mati.Bagi non-Muslim Ahli Dzimmah, bisa dikenai ta’zir yang sangat berat, hingga sampai pada hukuman mati. Bagi non-Muslim yang tinggal di negara kafir seperti AS, Belanda dan sebagainya, maka Khilafah akan memaklumkan perang terhadapnya untuk menindak dan membungkam mereka. Dengan begitu, siapapun tidak akan berani melakukan penodaan terhadap kesucian Islam.


Rasulullah saw. sebagai kepala negara Islam pernah memaklumkan perang terhadap Yahudi Bani Qainuqa, karena telah menodai kehormatan seorang Muslimah, dan mengusir mereka dari Madinah,karena dianggap menodai perjanjian mereka dengan negara. Al-Mu’tashim juga melakukan hal yang sama terhadap orang Kristen Romawi hingga Amuriyah jatuh ke tangan kaum Muslim.Ketika Nabi saw. dihina oleh seniman Inggris, Khilafah Utsmaniyah, mengirim peringatan perang, dan mereka pun tak berani berbuat lancang.

Karena itu,adanya Khilafah dan pasukannya untuk melindungi kesucian dan kehormatan Islam,termasuk kitab suci dan Nabinya,mutlak diperlukan,sebagaimana ditegaskan oleh Imam al-Ghazali dalam Al-Iqtishad fi al-I’tiqad. Jika saat ini umat Islam tidak mempunyai khalifah,dan para penguasa mereka pun tidak melakukan tugas dan tanggungjawab untuk membela agama Allah,bahkan berlomba memerangi Allah dan Rasul-Nya demi kerelaan AS dan sekutunya,maka kewajiban umat Islam saat ini adalah mengenyahkan para penguasa seperti itu, dan membaiat seorang khalifah untuk memerintah dengan kitab Allah dan sunah Rasul-Nya; lalu menerapkan hukum syariah; menjaga kekayaan,kehormatan dan kemuliaan umat Islam sehingga tidak akan dihinakan lagi.

Kewajiban umat Islam seluruhnya yang paling segera adalah tidak tidur hingga duta-duta negara-negara kafir penjajah itu ditutup dan diusir dari negeri kita. Kemudian dimaklumkan jihad untuk mengusir setiap jejak tentara Barat (kafir) yang menyerang negeri-negeri kaum Muslim. Lalu mengambil tindakan tegas yang akan membuat para penguasa negara-negara Barat berhitung seribu kali sebelum melecehkan kemuliaan Islam, simbol dan ajarannya; baik dalam pembangunan masjid, menara masjid, purdah maupun yang lain. Pada saat itu, umat Islam tidak perlu lagi hidup dalam masyarakat Barat yang terus-menerus merongrong agamanya siang dan malam. Wallahu a’lam bisshawab.



Ini ada contoh Bantahan kita kepada yang menghina Al qur'an :

Dosen:             "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa harus protes dan                            demo besar - besaran cuma karena tentara Amerika menginjak, meludahi dan                                      mengencingi Al- Quran? Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat                          Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan abadi Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso!?...."

Dosen:            "Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan!"

Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Qur'an-kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz. Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si Dosen.. Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mahasiswa:  "Wah,saya sangat terkesan dengan hasil analisa Bapak yang ada disini." ujarnya                                    sambil balik halaman diktat tersebut..
                   
                       "Hhuuhhh...."semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres..

Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi,menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat Dosen tersebut. Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si Dosen liberal..

Dosen:           "Kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa yang kamu lakukan?! Kamu                                    menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!". 

Si dosen melayangkan tangannya kearah kepala sang mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si dosen..

Mahasiswa: "Marah ya pak?!?!?!..... Sayakan cuma nginjak kertas Pak. Ilmu dan pikiran yang Bapak                        punya kan ada di kepala Bapak. Ngapain bapak marah kalau yang saya injak cuma                                media buku kok. Wong yang saya injak bukan kepala Bapak. Kayaknya Bapak yang                            perlu dicerdaskan ya?!?!?!...."

Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat. Cepeek deeh..!!

Itulah salah satu hukuman langsung dari Allah Ta'ala bagi siapa saja yang ingin mempermainkan atau mencaci Al-Qur'an kita tidak perlu menghujat mereka karena tidak sedikit pun melemahkan kekuasaan Allah SWT, cukuplah Allah yang membalasnya, DEMIKIANLAH  source





8 komentar:

  1. produk denature menyediakan berbagai macam obat herbal dengan hasil terapi yang sangat optimal ...... terimakasih

    BalasHapus
  2. produk denature menyediakan berbagai macam obat herbal dengan hasil terapi yang sangat optimal ...... terimakasih

    BalasHapus
  3. produk denature menyediakan berbagai macam obat herbal dengan hasil terapi yang sangat optimal ...... terimakasih

    BalasHapus
  4. produk denature menyediakan berbagai macam obat herbal dengan hasil terapi yang sangat optimal ...... terimakasih

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan coment bermanfaat dari artikel diatas, budayakan membaca sebelum bertanya. Terima kasih!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...